Sabtu, 26 Februari 2011

February, 21 2011

Aku sebut hari ini adalah hari nyata layaknya mimpi, semuanya terjadi begitu saja, memberikan kejutan yang tak pernah diinginkan sedikitpun. Suatu kebahagiaan yang membawa malapetaka. Semuanya menjadi buntu, suram, dan menyedihkan. Aku ingin ini hanyalah mimpi tapi aku masih bisa merasakan sakitnya tangan yang kutinju ke tembok berwarna putih itu.

Kemarahan menjalar dalam emosiku membuat aku menjadi liar dan tak tahan untuk menyiksa diriku sendiri . badanku  sakit tapi tak dirasa karena lebih sakit mngetahui hal ini. Mengetahui hal yang aku kira tidak akan terjadi yang akan merusak segala hidupku,masa depanku, dan orang orang yang aku cintai. Aku ingin menyesal, aku ingin berlari, aku ingin berteriak tapi itu semua tertahan, tertahan oleh tangisku yang mengalir begitu saja,
Dan akhirnya aku berada didalam dua pilihan yang menyakitkan, membingngkan sekaligus memuakkan.

Segala macam pikiran muncul dalam otak bodohku yang membuat aku layakany orang tolol yang sedang kabur dari suatu dakwaan dan aku tertuduh tersangka, aku akan diadili cepat atau lambat. Saat ini Aku masih berpikir, detik itu berjalan aku masih termenung, jam itu berdetak aku masih bingung, hari itu telah berganti dan aku masih menangis. Dan tak ada kata yang keluar juga sikap yang kuperbuat.

Kebencian menjalar dalam tubuhku mungkin saat itu setan sedang tertawa, dia merantaiku dengan penyesalanku,  dia membakarku dengan kemarahan, dia menang. Dan aku tak berasa.

Saat itu aku merasakan kemarahan Tuhan, dan aku tertawa layaknya setan. Aku senang Tuhan masih marah padaku. Mungkin dia lelah dengan sikap yang kuperbuat sebelumnya, yang tak terkendali dan tak  berhenti. Sekarang nyatanya aku diberhentikan disebuah jalan buntu. Di bawah sebuah papan yang tak bernama. Disana aku diam dan melihat bahwa semua sisi adalah jalan, tapi aku tak bisa melihat ujung jalan tersebut. Semuanya tertutupi awan dan awan tersebut tak pergi sedikitpun, awan tersebut semakin lam semakin hitam menelan segala pandangan didepanku, aku semakin takut, aku semakin gelisah, aku semakin takut dan aku berlari tanpa arah, tanpa tujuan dan tanpa kesadaran. Akankah aku menemukan jalanku???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar