“Erika”. Aku tersentak kaget, dan saat aku berbalik tiba-tiba ada orangi memelukku. Aku dibuatnya kikuk. Setelah satu persekian detik aku terpaku. Aku pun cepat-cepat melepaskan pelukannya. Orang ini pikir dirinya siapa tiba-tiba saja memelukku. Rasa marah dan malu bercampur dan berdegup kencang di dadaku. Tapi aku hanya bisa diam dengan wajah seperti orang bego.
“hai, apa kabar?, ini aku andrean masih ingat kan?” ucap laki-laki tersebut.
Aku memandangnya dari ujung rambut sampai ujung kaki, dia memiliki kulit sawo matang, berkacamata, dengan rambut pendek ikal acak-acakan tapi tak memperlihatkan kesan urakan.
“eri” ucapnya lagi.
Aku hanya menggeleng lemah.
Aku mencoba mengingat, mencari-cari gudang memori, mulai memutar-mutar sudut otakku, menyambungkan Dendron dan neuron agar impuls dapat berjalan. Hingga proses berpikir pun dapat di mulai. Tapi tetap saja aku tak ingat. Aku tak tahu siapa orang ini.
“maaf, kayaknya kamu salah orang deh,aku gak kenal kamu”
“ aku andrean, teman masa kecil kamu. Masa ga ingat?”
Sekarang orang itu bilang kalau dia teman masa kecilku, apa benar?tapi mengapa aku tidak sedikit pun ingat tentang dirinya. Aku masih memandangi orang ini.
ah itu mah kegenitan aja orangnya
BalasHapushahaha
Hmmm... balutan kata yang manis, walau ceritanya sederhana.. I luv it.. ^^ keep in writing yaa... :) [ www.ceritainspirasi.net ]
BalasHapus