Minggu, 10 April 2011

saat rasa dan logika

Aku ingin jadi yang baik dan halal bagimu, maka jadilah engkau yang baik dan halal pula bagiku.
Aku ingin mengasihimu atas nama Tuhan Ku, Allah SWT.
Aku ingin menjadi salah satu bagian dari hidupmu kelak,,
Bersamamu membangun sebuah kehidupan.
Itu inginku sebagai wanita, adakah inginku sebagai seseorang?
Tentu ada, aku ingin bebas sebebas bebasnya, menggapai semua impianku tanpa ada batas.
tanpa ada rasa itu..

sekarang semua itu bercampur, antar rasa dan logika, pikiran dan hati yang kadang tak sinkron dan saling tarik menarik..

Lalu mana yang akan kupilih?mana yang akan ku utamakan?bisakah aku tak memilih?atau bisakah aku memilih keduanya?

Tanyaku..

Selasa, 08 Maret 2011

The Proccess of Life


Apakah ada suatu titik puncak seseorang melakukan kesalahan paling besar dalam hidupnya?
Apakah ada titik balik seseorang berubah demi meninggalkan sesuatu yang gelap dalam masa lalunya?
Lalu apakah yang menyebabkan hal tersebut?
jika ada, apa itu? terangkan!!
Saya yakin semua orang tak tahu dan tak sadar hingga dia melaluinya.
Tapi kapan waktunya tak akan ada yang bisa menjawab pasti.
Saat kita sadar bahwa kita melakukan suatu yang salah wajarnya adalah kita memperbaiki kesalahan tersebut tapi tak bisa dipungkiri manusiawinya dan saya yakin banyak yang merasakannya bahwa justru kesalahan tersebut dibiarkan bahkan dilanjutkan. ternyata tak semudah itu kita mengucapkan kepada orang lain untuk berubah dan memperbaiki kesalahan tersebut. nyatanya saat kita jatuh dalam situasi tersebut kita akan mengerti.
Tuhan, Keluarga, teman-teman, masa depan, cita-cita dan kebahagiaan menjadi faktor pertimbangkan kita untuk berubah dan meninggalkan kesalahan kita.

Aku mulai mengerti bahwa hidup tak seindah yang kita pikir, hidup tak sebersih yang kita yakini, aku dekat, dekat dengan banyak perbuatan yang orang judge tidak baik, yang menjadi pertentangan, yang menjadi sebuah realitas.

Mungkin dengan mengetahuinya dan merasakannya aku baru mulai mengerti dan aku berharap bisa lepas dan bisa menjadi lebih baik bahkan lebih baik dari aku yang dulu tak mengerti dan bersih, aku tak bisa menyalahkan karena aku sudah mengenalnya bagaimana pun itu adalah sebuah pilihan.

pertanyaanya sekarang apakah ini titik puncaknya dan aku menunggu secepatnya mendapatkan titik balik dari semua ini.

Menerima, memaafkan, dan meminta itu yang bisa kulakukan sekarang.
Tuhan, tuntunlah aku.

Minggu, 27 Februari 2011

when I remember that time.

Iyah, saya memang tergantung kepada anda.
Saya memang tidak bisa lepas dari anda,
Kenapa? anda senang? anda senang memperlihatkan kepada orang lain begitu tergantungnya saya sehingga anda memperlakukan saya seenaknya di depan orang lain,
Tapi ingat saya manusia, saya mungkin tergantung kepada anda tapi apabila saya sudah sakit saya bisa saja memberontak. Saya harap anda berhati hati dengan ucapan anda. Saya ini buka orang lain.
Saya bisa membuktikan bahwa saya bisa saja tidak perduli dengan anda.
Saya akan ingat luka ini, apabila anda mengulanginya dan anda menambah luka ini.
Saya pastikan sebesar apapun rasa yang saya miliki akan berubah menajdi boomerang bagi anda.

Sabtu, 26 Februari 2011

February, 21 2011

Aku sebut hari ini adalah hari nyata layaknya mimpi, semuanya terjadi begitu saja, memberikan kejutan yang tak pernah diinginkan sedikitpun. Suatu kebahagiaan yang membawa malapetaka. Semuanya menjadi buntu, suram, dan menyedihkan. Aku ingin ini hanyalah mimpi tapi aku masih bisa merasakan sakitnya tangan yang kutinju ke tembok berwarna putih itu.

Kemarahan menjalar dalam emosiku membuat aku menjadi liar dan tak tahan untuk menyiksa diriku sendiri . badanku  sakit tapi tak dirasa karena lebih sakit mngetahui hal ini. Mengetahui hal yang aku kira tidak akan terjadi yang akan merusak segala hidupku,masa depanku, dan orang orang yang aku cintai. Aku ingin menyesal, aku ingin berlari, aku ingin berteriak tapi itu semua tertahan, tertahan oleh tangisku yang mengalir begitu saja,
Dan akhirnya aku berada didalam dua pilihan yang menyakitkan, membingngkan sekaligus memuakkan.

Segala macam pikiran muncul dalam otak bodohku yang membuat aku layakany orang tolol yang sedang kabur dari suatu dakwaan dan aku tertuduh tersangka, aku akan diadili cepat atau lambat. Saat ini Aku masih berpikir, detik itu berjalan aku masih termenung, jam itu berdetak aku masih bingung, hari itu telah berganti dan aku masih menangis. Dan tak ada kata yang keluar juga sikap yang kuperbuat.

Kebencian menjalar dalam tubuhku mungkin saat itu setan sedang tertawa, dia merantaiku dengan penyesalanku,  dia membakarku dengan kemarahan, dia menang. Dan aku tak berasa.

Saat itu aku merasakan kemarahan Tuhan, dan aku tertawa layaknya setan. Aku senang Tuhan masih marah padaku. Mungkin dia lelah dengan sikap yang kuperbuat sebelumnya, yang tak terkendali dan tak  berhenti. Sekarang nyatanya aku diberhentikan disebuah jalan buntu. Di bawah sebuah papan yang tak bernama. Disana aku diam dan melihat bahwa semua sisi adalah jalan, tapi aku tak bisa melihat ujung jalan tersebut. Semuanya tertutupi awan dan awan tersebut tak pergi sedikitpun, awan tersebut semakin lam semakin hitam menelan segala pandangan didepanku, aku semakin takut, aku semakin gelisah, aku semakin takut dan aku berlari tanpa arah, tanpa tujuan dan tanpa kesadaran. Akankah aku menemukan jalanku???

March, 22th 2010

Dan itulah kesedihan saat kau tengah sepi merindu harap dari yang lain, dan itulah sakit saat jauh dari apa yang kau ingin. Dan itulah bahagia saat kau bisa keluar dari sedih dan sakit. Dan itulah menang saat kau bisa melewatinya. Hal ini akan selalu terulang tanpa batas yang bisa kau tembus. Saat sepi dan sedih itu datang, berkhayal adalah salah satu yang bisa kau lakukan. Membayangkan hal ini tak terjadi padamu dan bahagia lah yang terjadi. Tapi saat kau berkedip kau kan merasakan lagi dunia nyata dan saat itu sepi dan sedih kembali hadir dalam relung hatimu. Sendiri kadang adalah sebuah pelarian yang bisa membuat lebih baik atau juga membuat kau lebih terpuruk. Kau akan bagai seorang idiot yang selalu mendamba tanpa batasan. 

Tetesan air mata dan kemarahan adalah hasilnya. Kau akan merasa tak adil dan iri dengan apa yang orang miliki. Kebencian bertambah. Dan kau tumpahkan hal itu pada dirimu sendiri, pada hatimu sendiri. tapi itu tidak akan berlangsung lama karena seperti di awal sepi dan sakit itu akan berlalu perlahan asal kau tidak memendamnya. Asal kau melepaskannya. asal kau sedikit berharap setidaknya agar matahari esok terbit kembali, kau akan jauh menjadi lebih baik. Dan bersiaplah dengan sedih dan sepi yang akan datang kembali. tapi jangan pernah takut karena kau akan menjadi lebih kebal dari sebelumnya dan kau akan  tahu apa itu bertahan.iyah bertahan hingga bangkit. Semua itu proses yang tak semuanya sama.


February, 12th 2010

Tidak benar kalau ada orang menyebutkan lautan itu tak ada batas. Karena kenyataannya laut manapun memiliki tepi, memilki batas.yaitu daratan. Daratan di pisahkan dan di hubungkan oleh lautan. Oleh kehidupan yang misterius.ombak menyampaikan pesan dari daratan menuju daratan lain. Dan Hempasan ombak menandakan ada kehidupan di daratan sebelumnya.
“Kehidupan di pisahkan dan di hubungkan oleh kehidupan  menuju sebuah kehidupan lain.”
Saat kita menyusuri sebuah jalan, melihat keindahan dari berbagai kehidupan, dari berbagai gerak, dan dari berbagai sisi. Nikmatnya luar biasa hingga kita tak ingin berkedip karena tak ingin ada satu hal pun yang terlewatkan. Ada banyak pengalaman dan pengetahuan diluar sana yang bahkan pendidikan formal apapun tak bisa memberikannya.saat  melalui jalan yang berkelok, saat melihat anak sekolah pulang ke rumah dengan mengendarai sepeda, saat  melihat para petani memanen padi, saat melihat anak-anak pesisian pantai tertawa berseluncur ria. Saat melihat tawa mereka, saat melihat semangat mereka, ada rasa yang luar biasa yang bergemuruh dalam dada. Yang membuat kita berdecak kagum dan tak ingin lepas untuk terus dan terus berpetualang. Untuk melihat hal lain.